1. IDE CERITA
Sebelum membuat skenario Film, pertama-tama harus mempunyai ide cerita dahulu. Setelah itu, buatlah cerita yang semenarik mungkin dari ide yang kamu dapat. Ide cerita bisa didapat melalui apa yang kita rasa, dengar, dan kita lihat.
ide cerita bisa diperoleh dari :
Diri Sendiri : pengalaman pribadi.
Lingkungan Sekitar : apa yang kamu lihat dan kamu rasakan saat bersama mereka (tetangga, teman, sahabat, dan sebagainya).
Membaca : mendapat ide saat membaca novel, cerpen, koran, dan sebagainya. tapi jangan meniru secara keseluruhan (Copy Paste).
Dongeng dan Cerita Rakyat : Indonesia Kaya dengan dongeng, legenda, dan cerita rakyat. selalu ada hal yang menarik yang dapat diangkat dari kisah-kisah tersebut.
2. SIAPKAN SINOPSIS
Sinopsis memiliki arti penting dalam pembuatan Skenario Film, yaitu sebagai pijakan. kita akan kesusahan membuat skenario jika kita tidak tahu sinopsis ceritanya. kita bisa membuat sinopsis dari ide cerita yang sudah kita dapat.
3. Treatmen
Treatmen ini sama dengan pembabakan. Setelah membuat sinopsis, maka harus dipecah menjadi beberapa babak. Sebuah film umumnya menggunakan struktur tiga babak (Tree Acts Structure), tapi ada juga yang disebut Nine Acts Structure (struktur sembilan Babak).
contoh struktur tiga babak (Tree Acts Structure) :
Babak 1 : Sebagai pengenalan Setting, Tokoh, dan awal masalahnya.
Babak 2 : bagian berkecamuknya masalah (semakin besar masalah yang timbul).
Babak 3 : Penyelesaian.
Contoh struktur sembilan babak (Nine Acts Structure) :
Babak 1 : Kejadian buruk yang menimpa orang lain.
Babak 2 : pengenalan Tokoh Utama (protagonis).
Babak 3 : Kejadian buruk menimpa orang lain atau terlibat pada masalah orang lain pada babak 1.
Babak 4 : Protagonis dan Antagonis.
Babak 5 : Protagonis berusaha keluar dari masalahnya.
Babak 6 : Protagonis salah mengambil jalan.
Babak 7 : Protagonis mendapat pertolongan.
Babak 8 : Protagonis berusaha keluar dari masalah lagi.
Babak 9 : Protagonis dan antagonis berperang menyelesaikan masalahnya.
4. SCENE PLOT/ OUTLINE SCENE
Scene Plot adalah rencana peristiwa-peristiwa yang akan diambil (disyut). Pembuatan scene plot akan mempermudah pembuatan skenario.
Contoh :
1. Dyan mengambil tas kemudian keluar dari kamar.
2. Dyan mengendarai sepeda motor menuju ke kampus sambil mendengarkan musik.
3. Dan Seterusnya.
5. SKENARIO
setelah membuat tahapan-tahapan diatas, maka kita bisa membuat skenario dengan mudah. Dalam menulis Skenario, ada beberapa istilah khusus yang harus dipahami oleh penulis skenario. Istilah ini berlaku universal, artinya di negara apa pun skenario itu ditulis dan kemudian diproduksi, istilah ini mempunyai arti yang sama. Pemahaman akan istilah-istilah ini akan membuat sebuah skenario lebih gampang divisualisasikan.
Istilah-istilah yang biasa digunakan dalam penulisan Skenario :
Fade in : ketika adegan baru dimulai pertama kali.
Fade Out : Ketika sebuah babak berakhir dan kemudian diselingi oleh iklan sebelum memulai babak baru. Atau ketika sebuah episode berakhir dan akan bersambung ke episode selanjutnya.
Perpindahan dari satu adegan ke adegan lain secara berkesinambungan.
Dissolve to : mirip dengan cut to, tapi dipergunakan untuk adegan masa lalu (flashback) yang memiliki durasi cukup panjang.
V.O (Voice Over) : Hanya terdengar suara. Biasanya digunakan untuk suara dalam hati si tokoh.
O.S (Off Scene) : Suara pemain terdengar lebih dahulu sebelum sosoknya sendiri muncul.
CUT TO FLASH BACK : petunjuk mengalihkan gambar ke adegan flash back. Flash back : Adegan masa lalu. Flash back ini bisa berlangsung sebentar, bisa juga agak lama.
FLASH BACK CUT TO : petunjuk untuk mengakhiri adegan flash back
POY (Point Of View) : melihat sesuatu dari sudut pandang seorang tokoh.
VFX (Visual Effect) dan SFX (Sound Effect) : VFX dan SFX ini biasa dipakai adegan yang sulit divisualisasikan.
Babak
Scene : Kata lain dari adegan, yaitu bagian terkecil dari sebuah cerita.
INT : Singkatan dari interior
Tidak ada komentar:
Posting Komentar